Allah menyediakan kebutuhan kita, bisakah kita mempercayai perkataan ini? Bisa Ya, bisa Tidak. Ya, ketika kita meyakini iman kita kepada Allah yang sudah mempersiapkan sesuai dengan kebutuhan kita. Tidak, ketika kita tidak meyakini dengan iman bahwa Allah sudah mempersiapkan kebutuhan kita.Berarti Iman sebagai sumber kehidupan, sumber berkat, sumber kebahagian dan sumber damai sejahtera di bumi. Allah menyediakan kebutuhan kita. Persoalannya, bisakah kita mengimani kuasa Tuhan? Bukan karena kekuatan atau kehebatan Tuhan memberi kehidupan, memberi makan 5000 orang? Melainkan memberi makan 5000 orang itu melalui para murid menggambarkan mujizat Tuhan nyata. Oleh karena itu, belas kasihan di dalam diri mereka harus ada terlebih dahulu supaya belas kasihannya bisa mengalir melalui belas kasihan mereka, dan sampai pada 5000 orang itu. Sekarang ini, air hidup itu sudah tersedia. Sumber air keselamatan dari Allah tersedia secara berkelimpahan (Anda bisa pakai gambaran semacam ini), akan tetapi mengapa orang-orang di luar sana tidak bisa mendapatkannya? Karena Anda dan saya sedang tersumbat, bukankah begitu? Jika kita tidak tersumbat, maka air hidup itu akan mengalir kepada mereka. Tetapi air itu sekarang tidak mengalir kepada mereka. Apakah karena sumber airnya tidak ada? Anda tahu bahwa sumber airnya ada. Lalu mengapa airnya tidak sampai kepada mereka? Karena Anda dan saya sedang tersumbat. Semua keran sedang tertutup, jadi dari mana orang-orang itu bisa mendapatkan air? Kita hanya perlu menjadi keran airnya. Kita tidak perlu menjadi sumber air itu. Yesus adalah sumber air itu. Allah di dalam kasih karunia-Nya yang luar biasa itu sudah menyediakan sumber air kehidupan bagi orang banyak, akan tetapi masalahnya adalah kita sedang tersumbat. Akibatnya, orang-orang di sekitar kita tidak mendapatkan air. Itulah pokok yang ingin diajarkan oleh Yesus kepada murid-muridnya.