“ TUHAN DENGARKANLAH DOAKU”
Nas : Lukas 11 : 1-13

 

  1. Pendahuluan

Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

 Yakobus 5:16b. Kuasa Doa adalah mujizat Tuhan bagi jemaat yang mengimani akan kuasa doa yang dipanjatkannya kepada Allah Bapa, Anaknya Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Siapakah orang yang benar sehingga Doanya didengarkan Tuhan?

Topik di Minggu Rogate adalah “ Tuhan Dengarkanlah Doaku “ topik ini gambaran kekristenan masa kini yang rindu akan kuasa-kuasa ilahi. Sebagaimana gambaran doa Tuhan Yesus, Yesus berdoa dan membiarkan diri dikuatkan oleh kehadiran ilahi. Ia berdoa semalam suntuk di sebuah bukit sebelum menetapkan ke-12 muridnya sebagai rasul (Luk 6:12). Pilihan yang penting ini terjadi dengan mengikutsertakan kekuatan ilahi. Yesus berdoa sebelum menanyai murid-murid mengenai pendapat orang mengenai dirinya dan mendengarkan pendapat murid-murid sendiri (Luk 9:18). Kemudian Ia mengajak Petrus, Yakobus dan Yohanes ke gunung untuk berdoa dan dalam keadaan itu kemuliaannya tampak (Luk 9:28).

 

Nas ini juga menjadi pedoman nilai-nilai kekristenan yang harus diterapkan para murid Tuhan Yesus, Yesus mengajar murid-muridnya berdoa, Yesus sendiri berdoa di sebuah tempat (Luk 11:1).  Di Getsemani sewaktu bergulat dengan dirinya sendiri apakah akan menerima kenyataan salib dalam hidupnya (Luk 22:41) Yesus berdoa. Bagi Yesus berdoa ialah menaruh diri di hadapan Yang Ilahi yang dipercayanya sebagai Bapa. Ia membiarkan kekuatan ilahi menghidupinya. Dalam mengikuti perjalanannya ke Yerusalem, murid-muridnya makin menyadari hal itu. Lambat laun mulai jelas bagi mereka dari mana kekuatan dan keteguhan pribadi yang mereka ikuti itu. Maka mereka datang kepadanya minta diajar berdoa, minta diberi rumusan doa yang dapat mereka pegang untuk bekal hidup. Bagaimanakah rumusan Doa Orang Benar, sehingga Tuhan mendengarkan Doanya?

 

  1. Keterangan Nas

 

  1. Ayat 1 –  4,

Rumusan doa orang yang benar dalam Luk 11:1-4 lebih pendek daripada doa Bapa Kami yang biasa kita doakan yang didasarkan pada Mat 6:9-13. Dalam Injil Lukas bagian yang memuat doa “Bapa Kami” memiliki peran yang berbeda dengan yang ada dalam Injil Matius. Ringkasnya begini, Matius menaruh doa tadi dalam konteks Khotbah di Bukit (Mat 5-7) yang menggariskan dasar-dasar kehidupan mereka yang ingin masuk menjadi umat Kerajaan Surga. Tetapi Lukas lebih menampilkan doa tadi sebagai cara Yesus membiarkan dirinya makin dipahami sebagai “sesama” oleh orang-orang yang dijumpainya dan yang menerimanya.

Pedagogik doa yang diajarkan Tuhan Yesus bagi murid –muridNya adalah struktur doa yang di mulai dengan memuliakan dan mengagungkan nama Allah Bapa hingga mendoakan sesama manusia menjadi manusia yang seutuhnya segambar dengan Tuhan Yesus Kristus. Dalam hal ini ada Lima (5) Pedagogik Doa yang diajarkan Tuhan Yesus sehingga makna topik minggu Rogate bisa diaktulisasikan dengan baik dan benar : “ TUHAN DENGARKANLAH DOAKU “ ;

  • Tuhan mendengarkan doa orang benar jika orang benar memulai doanya dengan menguduskan nama Allah Bapa. “Bapa, dikuduskanlah namaMu” (ayat 2a). Diminta agar kehadiran yang Mahakuasa itu tetap dapat dialami sebagai kehadiran yang keramat sekalipun Ia membiarkan diriNya disapa sebagai Bapa. Dengan cara ini barulah jagat ini akan makin memuliakanNya.
  • Pedagogik kedua ajaran Tuhan Yesus : “Datanglah KerajaanMu”. Mulai dari Luk 4:14 Yesus mewartakan dunia baru yang dilindungi oleh kekuatan Roh Ilahi sendiri, dan oleh karenanya dunia itu disebut KerajaanNya. Amat ditekankan dalam Injil Lukas, dalam dunia yang baru ini batas-batas antara orang kaya dan kaum miskin dibuka. Bukan pertama-tama untuk mencampurbaurkan mereka begitu saja, melainkan untuk membuat masing-masing sadar bahwa bisa menjadi sesama bagi orang dari lapisan sosial yang lain, tak peduli yang mana. Matius menaruh gagasan dunia baru dalam ukuran-ukuran alam semesta dengan menambahkan ungkapan “jadilah kehendakmu di atas bumi seperti di dalam surga”.
  • Pedagogik ke tiga :“Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya”. Didoakan agar Bapa tetap memberi apa saja yang dibutuhkan, tidak lebih tidak kurang, untuk hidup dari hari ke hari, tentu saja agar orang makin dapat hidup di dalam KerajaanNya. Semangat membiarkan diri diperhatikan Bapa dengan tidak “menimbun makanan” itu sebenarnya jalan yang paling nyata untuk merasakan kehadiran Bapa di dalam kehidupan ini. Begitu juga dalam diri orang yang membiarkan diri menjadi sesama bagi yang lain dengan memberi perhatian secukupnya, tidak berlebih-lebihan dengan akibat mengecilkan orang yang menerimanya.
  • Pedagogik ke empat sehingga Tuhan mendengarkan doa orang benar adalah : “Dan ampunilah kami dari dosa-dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami”. Permohonan ini diajarkan Yesus untuk membuat murid-muridnya belajar mengambil sikap pengampun, sikap batin yang memberi kemerdekaan bagi diri sendiri dan bagi orang yang pernah berlaku salah. Tidak disangkal pengampunan ini tidak mudah dan acap kali juga disertai rasa pedih. Yesus yang disalib yang memintakan ampun kepada Bapanya bagi orang-orang yang menyalahinya itu mengalami kesakitan badan dan kepedihan batin. Sering sikap mengampuni yang disertai penderitaan di dalam ini tidak terlihat. Tak berlebihan juga bila kita gambarkan Tuhan sendiri tidak melihatnya. Ia bukan Tuhan yang selalu mau mengawasi apa yang terjadi dalam batin manusia. Ia menghormati kemerdekaan manusia. Dan itulah kebesaran Tuhan juga. Namun, kepedihan yang tersimpan dalam itu satu saat dapat dibukakan kepadaNya sebagai keikutsertaan dalam sikap hidup pengampun dari orang yang ditegaskanNya sendiri sebagai Anaknya yang terkasih (pada peristiwa baptisan Yesus dan penampakan kemuliaannya di gunung) dan yang dimintaNya sendiri agar didengarkan (di dalam peristiwa penampakan kemuliaan di gunung). Dengan ini semua, mustahillah pada saat akhir nanti Tuhan bakal memperhitungkan kesalahan kita yang seberat apapun. Tak ternalarkan Ia tega membiarkan kita tanpa pengampunan.
  • Pedagogik terakhir yang diajarkan Tuhan Yesus hingga Tuhan mendengarkan Doa JemaatNya : “Dan janganlah membawa masuk kami ke dalam percobaan.” Dalam Injil Lukas, percobaan ialah wilayah kekuatan-kekuatan yang jahat, yang gelap, yang pasti akan menelan manusia bagaimanapun juga kekuatan pribadinya. Menakutkan. Terjemahan “janganlah membawa masuk kami” dapat memberi kesan menuntun masuk ke suatu ujian agar orang makin tabah, makin terlatih, makin kuat. Yang lebih cocok ialah “janganlah membiarkan kami masuk” ke dalam wilayah daya-daya maut tadi. Tak ada heroisme apapun hendak diajarkan dalam perkara ini. Bukti bahwa manusia ciptaan Tuhan harus bergantung kepada Tuhan Yesus di tengah-tengah dunia ini. Pencobaan dunia ini harus dilawan oleh manusia dengan meminta kekutan dari Tuhan Yesus melalui doa-doa yang benar…………….“ TUHAN DENGARKANLAH DOAKU “

 

  1. Ayat 5 –  8,

Adalah wujud pedagogik Tuhan Yesus yang digambarkan melalui perumpamaan yaitu perumpamaan  seorang sahabat yang datang mengunjungi sahabatnya/tamunya pada tengah malam. Ia tidak memiliki apa-apa untuk dihidangkan kepadanya, tidak ada roti untuk diberikan kepada tamunya malam itu. Sehingga ia pergi ke rumah teman dekatnya dan mengetok pintu, dan bekata, “Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti.” Dari balik pintu yang terkunci itu, ia mendengar tetangga itu berkata bahwa ia sedang tidur dan tidak mau bangun. Namun orang itu tidak menjawab tidak! Ia terus menggedor pintu itu sampai tetangganya bangun dan memberikan dia roti yang ia butuhkan untuk menjamu tamunya.

Perumpamaan Doa yang tidak didengarkan Tuhan Yesus yaitu Allah tidak menjawab kami, bahkan walaupun kami telah berdoa dan berpuasa setiap Sabtu. Bukti bahwa doa itu harus berulang-ulang dipanjatkan dan jangan menyerah hingga Allah mendengarkan doa orang yang benar dihadapan Allah. Sebagaimana gambaran Iblis telah melemparkan satu demi satu penghalang di depan kita ketika kita berpuasa dan berdoa kepada Allah untuk memberikan roti kepada yang lain. Nampak seakan Setan telah memasang penghalang baru setiap akhir pekan, menghentikan doa-doa kita sebelum dijawab. Dan Allah nampak seakan tidak menjawab doa-doa kita . Allah seakan berkata, “Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup… aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara” (Lukas 11:7). “Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya” (Lukas 11:8). ………………….“ TUHAN DENGARKANLAH DOAKU “

 

  1. Ayat 9 – 13,

Wujud Pedagogik Doa yang diajarkan Tuhan Yesus melalui perumpaman selanjutnya adalah Doa orang yang benar pasti akan didengarkan Tuhan Yesus. “Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan” (Lukas 11:9-10). “Ketekunan yang tidak tahu malu” dari doa yang kuat akan mendapatkan jawaban persis seperti apa yang dimohonkan! Kristus mengatakan kepada kita untuk meminta, mencari, dan mengetok dalam doa.

      Perumpamaan pedagogik doa yang diajarkan Tuhan Yesus adalah bukti bahwa orang yang benar yang sungguh-sungguh berdoa pasti akan di dengarkan oleh Tuhan Yesu. Yesus tidak meletakkan dalam kata-kata yang tepat sebelum di akhir pelajaran tentang doa ini… bahwa Ia sedang mengajar murid-murid untuk berdoa meminta Roh Kudus…yang sungguh-sungguh membawa kebangunan rohani, menginsafkan orang-orang berdosa dan mempertobatkan mereka, yang memberikan hikmat dan kuasa dan pimpinan kepada hamba Allah! Ketika kita berdoa meminta roti untuk orang-orang berdosa, kita sungguh memaksudkan bahwa kita membutuhkan… Roh Kudus Allah

Roh Kudus Allah akan bekerja bagi orang yang benar dan sungguh-sungguh berdoa sebagaimana perumpamaan Doa yang efektif muncul karena adanya keyakinan. Bagaimana kita bisa berdoa dengan yakin? Pertama, keyakinan muncul karena doa tersebut lahir dari iman. Dan karena iman timbul dari pendengaran akan Firman Kristus (Roma 10:17), maka berdoa dengan yakin bisa terjadi karena ada dasar Firman Tuhan yang kita pegang. Biasakan berdoa dengan memegang janji Tuhan untuk permohonan doa kita tersebut. Kedua, keyakinan bisa muncul karena tidak ada tuduhan di hati kita. Jika belum, selidikilah Firman Tuhan. Carilah dan kemudian peganglah janjiNya dalam doa Anda! Setelah itu, selidikilah hati Anda. Apakah ada dosa yang perlu dibereskan? Apakah ada kesalahan yang perlu diakui? ………………….“ TUHAN DENGARKANLAH DOAKU “

 

  • Aktualisasi dan Relevansi

Doa yang benar adalah doa yang dipanjatkan oleh orang benar. Siapakah yang dimaksud dengan orang benar? Alkitab mengajarkan, yang disebut orang benar adalah mereka yang “dibenarkan karena percaya kepada Tuhan Yesus Kristus” (Roma 3:26, 5:1). Orang benar adalah mereka yang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat sehingga mereka dibenarkan. Mereka bukannya tidak pernah berbuat salah, tetapi mereka dibenarkan karena percaya kepada Tuhan Yesus. Apakah Anda termasuk orang benar?

Pertama-tama harus diluruskan dulu bahwa “orang benar” yang dimaksud disitu BUKAN hanya bisa diartikan sebagai orang yang menerima Kristus saja, itulah penafsiran yang umum terjadi, maka seolah2 orang yang sudah menerima Yesus, itu disebut orang benar (walaupun ya ini juga tak salah), bisa minta apa saja, akan dikabulkan (walaupun ayatnya bilang berkuasa, namun sering “diplesetkan” jadi dikabulkan) . Orang benar disitu selain adalah orang yang dibenarkan oleh darah Yesus, maksudnya juga adalah orang yang HIDUP dalam kebenaran Firman Tuhan

Jadi bagaimana sih mengartikan “orang benar” dalam ayat tersebut?

Saya berikan contoh langsung : kalau kita hidupnya tidak pernah memberi, maka kita “tidak berhak” untuk minta diberi oleh Tuhan kalau kita hidupnya tidak pernah jadi berkat orang lain,maka kita juga “tidak berhak” untuk minta diberkati oleh Tuhan kalau kita hidupnya ngga dalam kebenaran Firman Tuhan, maka kita sebenarnya “tidak berhak” untuk minta Firman Tuhan tersebut digenapi dalam hidup kita

Makanya Tuhan selalu mengajarkan kita untuk jadi garam dan terang dunia, memberkati orang lain, mengajarkan kita untuk memberi supaya kita dapat diberi

Pernah dengar kalau keselamatan dari Tuhan itu tak bersyarat tapi berkat-berkatNya bersyarat? Ya inilah kongkritnya Adalah salah kalau kita merasa kita bisa minta apa saja tanpa mau hidup dalam FirmanNya Itulah juga mengapa…. kalau kita hidupnya tidak mau mengampuni orang lain…. maka kita juga “tidak berhak” untuk minta pengampunan kepada Bapa.    Dengan iman yang benar marilah kita memohon dalam doa kita, kita berdoa kepada Tuhan ………………….“ TUHAN DENGARKANLAH DOAKU “.

………………….“ TUHAN DENGARKANLAH DOAKU “…………………….

 

 

 

 

 

Pdt Dr Nurliani Siregar MPd

Dosen Universitas HKBP Nommensen