BAHAGIA ORANG BENAR

– Mazmur 112:1-10

Untuk mendapatkan kebahagiaan bukanlah hal yang salah bagi setiap orang, tetapi cara mendapatkan kebahagiaan itulah yang perlu diperhatikan.

Kalau kita berpikir secara wajar, apakah mungkin suatu makhluk atau benda (misalnya burung dan lain-lain) dapat menentukan nasib seseorang? [Maz.112:1]

Ada kebahagiaan yang didasarkan oleh hal-hal seperti itu, yang sifatnya sementara. Pemazmur menulis bahwa orang yang bahagia adalah “orang yang takut akan Tuhan”, dalam arti “menghormati Tuhan, memberi prioritas kepada-Nya dan sangat suka perintahperintah- Nya”.

Jadi, dasar kebahagiaan orang benar adalah sangat suka kepada perintah Allah, dan tidak memilih-milih Firman Tuhan. Sudah berapa kalikah kita membaca Alkitab seluruhnya tanpa memilih-milih bagian yang enak dibaca saja?

Dasar kebahagiaan orang benar lainnya adalah tidak memilih-milih pengkhotbah, sebab jika tidak demikian, maka orang tersebut sekedar mendengar untuk menyenangkan telinga sehingga tidak ada suatu jaminan dalam Alkitab yang mantap sebagai sumber kebahagiaan.

Ada tiga akibat bagi orang yang suka akan Firman Tuhan dan takut akan Tuhan:

  1. Anak cucunya diberkati baik jasmani dan rohani [Maz. 112:2-3]
    Ada janji Tuhan bagi yang melakukan Firman Tuhan dalam hidupnya.
  2. Kemujuran dalam pribadi mereka [Maz. 112:4-5]
    Ada jaminan di balik kegelapan, suatu sinar akan terbit. Kemujuran berkembang sehingga
    menjadi berkat. [Kej. 12:2-3]. Bagi kita tidak ada istilah hari sial, celaka dan sebagainya. Di manapun kita berada, kita hadir sebagai berkat. Dalam gelap ada terang dan mujur, tidak ada sial.
  3. Tidak goyah menghadapi tantangan [Maz. 112:7-9]
    Di dunia ini tidak ada suatu posisi yang membuat kita aman, kecuali dalam Tuhan. Ia membagi-bagikan dan mempunyai pelayanan diakonia. Tidak disuruh memberi, ia memberi, sebab demikianlah keadaan orang yang berkelimpahan. Kitapun harus demikian, jangan kikir, tetapi siaplah membantu orang yang layak atau perlu dibantu.
    Ciri khas orang fasik adalah selalu sakit hati. Tukang ramal yang selalu meleset, menggertakkan gigi, akan binasa [Maz. 112:10].